Pemerintah Brunei Tunda Pelaksanaan Rajam untuk Kaum Gay

Pemerintah Brunei Tunda Pelaksanaan Rajam untuk Kaum Gay

Posted On : 2019-04-22 | Posted By : admin

Bandar Seri Begawan, solvingcentre.com - Pemerintah Brunei menunda pelaksaanaan hukuman keras sesuai Syariah Islam kaum homoseksual yang seharusnya mulai diterapkan mulai Selasa (22/4/2014).

Sejauh ini pemerintah Brunei tak memberikan jadwal pasti penerapan hukum itu, yang meliputi hukuman cambuk, potong tangan dan kaki, serta rajam. Namun, seorang pejabat pemerintah kepada harian Brunei Times mengatakan hukuman keras tersebut akan dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dalam undang-undang hukum pidana yang baru ini, pelaku seks sesama jenis kelamin, pelecehan seksual dan perkosaan dijatuhi hukuman rajam alias dilempari batu hingga mati.
Undang-undang baru ini juga memberikan hukuman mati bagi pelaku penghinaan terhadap Nabi Muhammad, menghina agama Islam dan menyatakan diri sebagai non-Muslim.

Asisten Direktur Unit Hukum Islam Brunei, Jauyah Zaini, seperti dikutip Brunei Times, mengatakan pelaksanaan hukum baru ini ditunda karena "situasi yang tak bisa dihindarkan". Namun, Zaini tak menjelaskan lebih rinci pernyataannya itu.

Namun, pemerintah Brunei menegaskan, seremoni untuk menetapkan berlakunya hukum Syariah akan tetap dilaksanakan pada 30 April sekaligus meluncurkan tahap pertama undang-undang pidana baru.

Sebelumnya, Dewan HAM PBB menyampaikan kritiknya terhadap rencana pemberlakuan hukuman keras itu dan menyatakan prihatin terkait revisi undang-undang pidana negeri itu.

Langkah pemerintah Brunei itu juga memicu protes di media sosial, satu-satunya ruang di mana publik bisa melakukan protes di kesultanan yang melarang siapapun mempertanyakan kebijakan sultan.

Warga minoritas non-Muslim juga khawatir undang-undang baru yang berbasiskan Syariah Islam ini juga akan berlaku bagi warga non-Muslim.

Praktik Islam di Brunei jauh lebih konservatif dibanding kedua tetangganya, Malaysia dan Indonesia.

Sultan Hassanal Bolkiah (67) mendukung upaya penguatan Islam di negerinya dan merancang sebuah "dinding api" untuk mencegah apa yang disebutnya sebagai potensi merusak dari luar negeri.

Sebelum berencana menerapkan Syariah Islam ini, Brunei sudah memiliki hukuman mati untuk tindak pidana tertentu. Namun, negeri itu belum mengeksekusi terpidana mati sejak 1967.

Sumber :Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Post Category

Latest Article

JUAL BESI BETON DI SEMARANG

Besi Beton juga merupakan bahan yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan bangunan rumah, toko, kantor ataupun....

BARCA DAPAT TER STEGEN

solvingcentre.com, Eks pelatih Barcelona yang kini telah menangani Bayern Munich, Josep Guardiola, sepenuhnya telah mendukung....

PRLLGTXYZQTM

cuGxE8 wvumfwivolwe, [url=http://kbaqpjyaecsh.com/]kbaqpjyaecsh[/url], [link=http://puyvqyvbanwx.com/]puyvqyvbanwx[/link], http://sdxilnvjremp.com/....

Who is the Solving Centre? The mission of the Solving Centre is to share and develop world knowledge. There is a lot of knowledge that might be of value to many people who are currently only available to a few people, either because it is still stored in their heads, or can only be accessed by certain groups. We want to connect people who have knowledge with people who need it, gather people who have different views so that they can..

Read More