TURUNKAN RISIKO PARKINSON DENGAN MAKAN PAPRIKA

TURUNKAN RISIKO PARKINSON DENGAN MAKAN PAPRIKA

Posted On : 2018-12-05 | Posted By : diansukmawati177@yahoo.com

saco-indonesia.com, Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi paprika dua kali seminggu bisa untuk menurunkan risiko terkena penyakit Parkinson hingga 30 persen. Hal ini karena paprika telah memiliki bentuk nikotin yang bisa dimakan.

Mengonsumsi makanan lain yang mengandung nikotin seperti tomat atau kentang juga diketahui bisa untuk memberikan perlindungan terhadap kondisi Parkinson. Hal ini bahkan telah dibuktikan peneliti dengan penggunaan nikotin patch dan rokok.

Parkinson adalah penyakit degeneratif saraf yang dapat membuat penderitanya mengalami tremor saat beristirahat dan kesulitan untuk dapat bergerak. Penyakit ini juga bisa menyerang sekitar satu di antara 250 orang berusia di atas 40 tahun dan sekitar satu dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

"Ini juga merupakan penelitian pertama yang telah melihat kaitan antara nikotin dalam makanan dengan risiko penyakit Parkinson," ungkap Dr Susan Searles Nielsen dari University of Washington di Seattle.

"Sama dengan penelitian lain yang telah mengindikasikan adanya manfaat dari rokok untuk dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson, kami juga dapat menemukan efek positif dari nikotin. Hampir sama dengan penemuan sebelumnya, namun tentu nikotin dalam makanan seperti paprika tidak berbahaya seperti pada rokok," tambah Nielsen.

Dalam penelitian ini, ilmuwan juga mengamati 490 pasien yang telah memiliki penyakit Parkinson. Mereka juga dimintai keterangan mengenai makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan merokok. Penelitian ini juga diikuti oleh 644 orang yang tidak memiliki kelainan saraf apapun.

Hasilnya, peneliti tersebut menemukan bahwa konsumsi sayuran sama sekali tidak berkaitan dengan risiko Parkinson. Namun efek terlihat pada sayuran yang telah memiliki kandungan nikotin di dalamnya, seperti paprika, tomat, atau kentang. Peneliti juga menemukan efek yang kuat pada paprika, terutama pada orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok.

Mereka juga menemukan bahwa orang yang telah mengonsumsi paprika dua kali seminggu akan memiliki penurunan risiko Parkinson sekitar 30 persen.

Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa rangsangan terhadap nikotin juga bisa mencegah kerusakan saraf yang dapat menyebabkan Parkinson. Pada penelitian pada manusia juga ditemukan bahwa kebiasaan merokok juga bisa menurunkan kemungkinan terkena Parkinson.

Meski begitu Claire Bale telah menjelaskan bahwa penelitian ini terlalu kecil untuk bisa menarik kesimpulan yang konkrit. Penelitian lebih lanjut dalam skala besar harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan.

Editor : dian sukmawati

Post Category

Latest Article

WALI JOMBLO MDI TINGGAL MATI

    saco-indonesia.com,     bicara tentang cinta     bicara manusia     bicara tentang setia           setia yang aku alami    ....

TEMPAT WISATA WAKATOBI

Seperti halnya Bunaken, Wakatobi juga merupakan kawasan diving populer yang telah menjadi kebanggaan Indonesia. Terletak....

UMI TABRAK TIANG LISTRIKL

solvingcentre.com, Tabrak tiang penerangan Jalan Umum (PJU), Umi yang berusia (40) tahun, warga Pal Empat,....

MICROSOFT GRATISKAN WINDOWS PHONE

solvingcentre.com, Berdasarkan sebuah lansiran terbaru, Microsoft dikabarkan juga akan menggratiskan penggunaan dua sistem operasinya, Windows....

Who is the Solving Centre? The mission of the Solving Centre is to share and develop world knowledge. There is a lot of knowledge that might be of value to many people who are currently only available to a few people, either because it is still stored in their heads, or can only be accessed by certain groups. We want to connect people who have knowledge with people who need it, gather people who have different views so that they can..

Read More