POLISI CABULI SISWI SMA

POLISI CABULI SISWI SMA

Posted On : 2015-10-07 | Posted By : diansukmawati177@yahoo.com

solvingcentre.com, P yang berusia (18) tahun , siswi SMA di Semarang yang  mengaku telah menjadi korban pencabulan oleh polisi berpangkat Aiptu yang bertugas di Satuan Sabhara. Modusnya si polisi tersebut mengaku bisa menyembuhkan korban dengan cara dipijat.

Taruna Jaya, selaku kuasa hukum korban telah mengatakan kliennya memang menderita penyakit pencernaan yang tak kunjung sembuh.

"Korban sudah tiga kali datang ke rumah pelaku untuk dapat dipijat yaitu tanggal 12, 15, dan 18 Agustus 2015. Pelaku tersebut melakukan aksinya di kamarnya dengan kondisi pintu tertutup," ungkapnya saat ditemui wartawan di Mapoltabes Semarang Jl. Dr Soetomo Kota Semarang, Jateng.

Merasa tidak nyaman dengan tindakan pelaku tersebut , korban kemudian juga menceritakan kejadian yang telah dialaminya kepada teman terdekatnya sekolah. Kemudian baru sekitar tanggal 24 agustus lalu korban juga menyampaikan apa yang dialami kepada ibunya HT.

Mengetahui kejadian itu, HT(40) ibu korban sangat terkejut saat anak pertamanya itu telah menceritakan proses pijat yang dilakukan oleh Aiptu SB di dalam kamar. Apalagi, usai dipijit korban telah mengaku merasa mengalami kesakitan pada bagian alat vitalnya.

"Alasannya dia (pelaku) untuk mengambil penyakit," ungkapnya.

Lalu, tanggal 25 Agustus lalu, anak perempuan pelaku menjemput korban untuk kembali dipijat. Korban dan ibunya langsung menolak namun tetap mendatangi pelaku. Ibu korban mengajak beberapa orang sebagai saksi untuk dapat mendesak pelaku mengakui segala perbuatan yang telah dilakukan anaknya itu.

"Saya ajak orang sebagai saksi waktu dia ngomong. Dia (pelaku) mengakui semuanya. Dia juga minta maaf tapi anak saya sudah terlanjur dilecehkan," ungkapnya sambil meneteskan airmatanya di Mapolrestabes Semarang.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djihartono menegaskan, jika dalam proses penyelidikan dan penyidikan anggotanya tersebut terbukti melakukan pencabulan, maka pihaknya akan segera memberikan sangsi.

"Setiap laporan yang masuk harus kita tindak lanjuti. Kami akan lakukan penyidikan, Polres akan koordinasi dengan Polda. Tetap ada sanksi," tegasnya.

Sampai saat ini, proses pemeriksaan terhadap korban masih dilakukan. Kedua orang tua dan adik korban juga berada di Mapolrestabes Semarang untuk dapat memberikan keteranganya sebagai saksi.

Editor : dian sukmawati

 

Post Category

Latest Article

Who is the Solving Centre? The mission of the Solving Centre is to share and develop world knowledge. There is a lot of knowledge that might be of value to many people who are currently only available to a few people, either because it is still stored in their heads, or can only be accessed by certain groups. We want to connect people who have knowledge with people who need it, gather people who have different views so that they can..

Read More